Rancang bangun
Esia Air Flash Airtab A10 dengan panjang 193 mm, membuat tampilannya terlihat lebih mini. Bobotnya yang ringan, yakni tidak lebih dari 320 gram, membuat tangan tidak cepat lelah saat menggenggam Airtab A10 dalam jangka waktu lama.
Esia Air Flash Airtab A10 juga memiliki layar dengan diagonal 7 inchi. Resolusi layarnya terbilang standar, yakni 800 x 480 pixel. Fakta tersebut, membuat tampilan di layar AirTab 10 tidak terlalu cerah. Ketika coba dieksplor, respon layar sangat lambat terutama di bagian sudut (posisi softkey ‘Back’), sangat menghambat interaksi pengguna dengan tablet.
AirFlash AirTab A10 memilih Android ICS sebagai platform yang digunakan. Sistem operasinya berduet dengan prosesor single core. Kecepatan prosesornya mencapai 1GHz. Sayang, tidak ada keterangan pasti seputar kapasitas memori RAM yang digunakan. Tablet ini sendiri dibekali memori internal 2GB. Namun, hanya 1GB yang tersedia, sisanya terpakai untuk sistem di tablet tersebut. Berdasarkan data tersebut, spesifikasi dapur pacu Air Flash AirTab A10 terbilang standar.
Air Flash AirTab A10 berjalan di jaringan CDMA. Dengan jaringan CDMA yang tidak sepadat GSM, tablet ini diyakini punya performa yang lebih gesit terutama saat berselancar ke dunia maya.
Soal imaging, Esia Air Flash AirTab A10 menyemat kamera dengan sensor 2MP. Kamera bisa bertransformasi menjadi video recorder dengan kualitas gambar 720p. Untuk menu audio, tersedia pemutar musik standar, tanpa ada tambahan FM radio. Dari segi harga, kita harus merogoh kocek kurang lebih sekitar Rp 1.699.000 jika ingin memiliki Esia Air Flash AirTab A10. (
MM/Malmsteen)